Friday, November 11, 2016

Pulau Sumba, Surga Yang Mulai Tersibak 4 : Pantai Mandorak



Pantai Mandorak

Sambungan dari entry sebelumnya KLIK SINI

Kalau ke Danau Wee Kuri tidak ke Pantai Mandorak, memang rugi. Lokasi Danau Wee Kuri ke Pantai Mandorak dekat banget. Cuma beberapa kilometer saja. Hanya jalannya, jalan perladangan dan jalan padang ilalang tanpa petunjuk arah. Bikin kita bingung dan kesasar. Untung saya diantar oleh teman orang lokal. Dan kali ini dia masih ingat jalan dari Danau Wee Kuri ke Pantai Mandorak. Jadi ngak kesasar lagi seperti waktu nyari jalan ke Danau Wee Kuri.

Saya pikir Pantai Mandorak ini, pantai bebas seperti pantai Watu Melandong dan Pantai Batu Bolong, ternyata pantai ini pantai private milik orang asing. Pantai ini berada di areal cottage milik orang Prancis (katanya). Cottage pribadi bukan cottage untuk disewakan. Jadi masuk ke Pantai ini kita harus melewati pintu gerbang cottage dulu yang dijaga oleh orang lokal dengan penampilan ngak kayak penjaga. Kayak orang kampung sana kebanyakan. Tahu deh ini penjaga legal atau bukan..hehe. Saya curiga dia bukan penjaga cottage beneran. Pas mau masuk gerbang kita diminta bayaran oleh penjaga  cottage itu Rp50.000,- ngak pakai karcis lho. Mungkin jatah preman saja kali.

Yang saya kaget pas masuk ke areal cottage, ramai bener orang lokal yang ada di situ. Dengan muka agak kurang bersahabat dan melihat kami dengan penuh curiga. Teman saya orang Sumba sempat ngobrol-ngobrol serius dengan mereka, ngak tahu ngobrolin apaan. Kata teman saya, mereka sedang mabuk-mabukan dan berjudi di cottage itu. Mereka mengira kami mata-mata dari kepolisian. Soalnya mobilnya plat merah. Waduh...

Karena situasi yang kurang kondusif, saya ngak bisa lama-lama di Pantai Mandorak. Teman saya sudah ngajak cepat-cepat pulang, takut ada apa-apa. Takut mereka berubah pikiran. Yah mau gimana lagi, kami hanya bisa menikmati Pantai Mandorak hanya 15 menit saja. Pantainya memang indah banget. Pasir putih, tebing karang dan cottage di atasnya memang sangat ideal untuk beristirahat. 


Parkir di halaman cottage

cottage atau villa milik orang perancis. Itu atapnya saja. Ruangan utamanya kayak di bawah tanah

Orang lokal yang lagi mancing di tepi karang. Lautnya biru, ikannya masih banyak.

Celah sempit batu karang untuk jalan Nelayan pergi dan pulang melaut.

Lihat ikan hasil pancingan yang ditenteng, ditawarkan ke kami Rp100.000,- murah kan ? Lihat orang berbaju hitam sebelah kiri, nenteng samurai, seram...

Sisi selatan Pantai Mandorak. Pantai di sisi selatan, ombaknya selalu lebih ganas 


Belum puas rasanya menikmati suasana indah Pantai Mandorak. Tapi karena situasi kurang kondusif, kami cepat-cepat pulang. Walaupun hanya sebentar, tapi saya tetap bersukur bisa sampai ke Pantai Mandorak dan dapat menikmati keindahannya secara langsung.

bersambung................................

32 comments:

  1. Gimana ada orang Peranchis tersesat di situ... Walau cuma 15 minit dapat juga tangkap foto yang cantik2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ngak tahu persis kenapa orang Francis punya villa di situ, Pak Mie. Di NTT dan wilayah timur Indonesia banyak misionaris dari barat yang membantu masyarakat. Mungkin dia salah satunya..hehe.

      Delete
  2. Tempat ini memang tak pernah membuat melongo dengan suasananya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Bakhtiar, tapi sayang pantai secantik ini dikuasai oleh orang asing. Sama kayak Pantai Nihiwatu.

      Delete
  3. Replies
    1. Batu batannya memang selalu seperti itu dimana-mana di Pantai Selatan, Pak Lim. indah dan unik.

      Delete
  4. Pantai Mandorak tebingnya bagus dan menantang dan airnya jernig banget... btw kok mobilnya plat merah nih? hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Pak. maklum, myjob myadventure..hehe.

      Delete
  5. Replies
    1. cakep kok ngeselin ? gimana sih Mbak Linda, cakep kan nyenengin atuh..hehe

      Delete
  6. Wah ini gimana, paantai kok bisa punya private..pihak setempat perlu dipertanyakan. Pantai itu milik umum. Itulah kelemahan orang lokal, punya duit sedikit saja, mabuk. Aduh..gimana orang lokal bisa menggarap tanah kelahirannya sendiri. Aduh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga gagal paham mas Djangkaru..heuheu

      Delete
  7. Pasir pantainya sedikit tapi putih banget. Di sana anginnya kencang kah? asyik buat ngecamp sepertinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener anginnya kencang, angin pantai selatan mas Rullah.

      Delete
  8. Replies
    1. Aamiin semoga ua mas Cumi. Jangan lupa ajak-ajak aku..belum puas uy

      Delete
    2. Tenang kamu nanti bagian bawa tongkat emas nya kayak di film itu hahaha

      Delete
  9. kenapa dipantai seindah pantai Mandorak tertulisi private ya, apa karena sudah dibeli sama orang prancis itu kah?
    rasanya ada yang nggak pas nih dengan pengelolaan pantai nan indah itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata orang sih cottage itu punya orang Prancis Mang Lembu, berarti kan areal sekitarnya termasuk pantai mandorak itu punya dia juga kali.

      Delete
  10. Pantai Mandorak keren juga ya banyak bebatuan besar dan tebing

    ReplyDelete
  11. wah ini salah satu panyai yang hits mas hehehe yang suka blusukan pasti doyan dimari mantap mas gun....

    ReplyDelete
  12. ini pantai memang kece badai..
    saya pengen main ke indonesia timur..
    tapi kapan ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. besok saja mas Dhanang, mumpung masih sepi..hehe

      Delete
  13. Gilaaaaak keren bangeeeeeet!!!
    Tapi kayaknya masi sepi pengunjung yah..
    Sayang banget, padahal potensinya bagus ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepi karena jauh...bagus juga sepi ngak kotor Mbak Nona

      Delete
  14. Kenapa malah orang prancis yang menguasai bangunan2 villa ???
    Besok kayak nya mesti gw investasi kesana hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mas Cumi inves di Sumba Barat Daya, bikin Villa, nanti saya nebeng gratis ya..hehe

      Delete
  15. tapi sayang ya pantainya di kuasai orang asing :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang asing melihat potensi luar biasa yang mungkin dianggap hanya pemandangan biasa bagi lokal, mas Ahmad.

      Delete
  16. Hwaaaa, pokoknya tahun 2017 ini setelah dari Nepal gw kudu ke mari, gw kudu ke Sumba, doain gw bisa kesini yah om gun.. :D

    ReplyDelete